Jumat, 11 Desember 2015

Kita dan Orangtua

Ini bukan elegi atau sajak yang menggambarkan kesedihan, ini juga bukan prosa atau kalimat-kalimat berirama tapi ini adalah romance puisi yang menggambarkan tentang CINTA sekali lagi CINTA.

Sebelumnya saya mau berbagi cerita, tentang masalalu saya tuan/nona. Apa salahnya kita mengakui/menceritakan cerita kita sendiri ke khalayak umum..right?

"Be true to yourself, love yourself, make your own dreams and the people who truly mean the most, will alway's be there."
(Jadilah orang yang jujur pada diri sendiri, mencintai diri sendiri, buat mimpi kamu dan orang-orang yang mempunyai arti besar akan selalu bersamamu)?


Ok! Saya dilahirkan dikeluarga sederhana (menurut saya). Saya dilahirkan di Bantul 18 tahun yang lalu. Sejak saya lahir dan berusia kira-kira beberapa bulan saya diasuh oleh budhe (mbokdhe *jawa*) bukan orang tua saya, karena orang tua bekerja di kota waktu itu. Setelah usia saya kira-kira 5 tahun saya berpindah asuh yaitu ke nenek saya dan kakek saya. Hingga saya masuk dibangku sekolah untuk yang pertama kalinya.

di desa, ketenangan bangun lebih pagi dari rezeki yang dipatuk ayam. melenggang bebas menebar senyum....


Bidadari 1


Makan, mandi, merawat, dilakukan nenek saya dengan penuh tulus kasihnya. Hingga saya mulai berseragam merah dan putih, seragam SD. Waktu itu saya cukup bahagia, karena saya bisa berkumpul seatap bersama orangtua dan kakak saya di kota, walaupun hanya 2 tahun lamanya.

di kota, kecemasan lalu lalang dengan tergesa. mencari kebahagiaan-kebahagiaan yang didamba. tapi tiada jua. menyisa sepi, pada akhirnya? dan biar kutitip rindu pada semesta. lewat baris sajak sebagai bait doa sederhana. sebab aku tak pandai berkata banyak.?

Di hati mana saja singgah. cinta menginginkan rebah pada kepastian terarah.? Lagi-lagi saya harus kembali seatap rumah dengan nenek saya. Bermain, belajar, makan, berbaur dengan masyarakat saya lakukan sendiri dengan sebisaku, walaupun itu bagi kalian adalah hal pelik. Singkat cerita saya tidak serumah dengan orangtua hingga saya kelas 1 SMK.

Dan maklum kalau saya dulu bukan menjadi sosok anak yang tidak baik menurut saya. Merokok, bermain hingga tengah malam, mencuri buah-buah tetangga dll. Sekarang anda baru mengerti, ternyata ada sebagian seseorang memiliki sepetak sisi gelap di dalam dirinya, tak ada yang bisa meneranginya... tak ada yang bisa menarik dia keluar, bahkan dirinya.? Tapi Inshaa Allah dengan tulus qalbuku, sekarang saya akan berusaha sebisaku untuk menjadi sebaik-baiknya seorang anak.

Baik sekarang ijinkan saya bercerita mengenai kehidupan yang mungkin terjadi bahkan sudah terjadi kepada kita.Silakan tuan/nona cari tempat yang sepi, tempat aram-temaram. Dan mungkin anda butuh sapu tangan sebagai penyeka air mata yang keluar saat pikiran anda otomatis mengulang kenangan.


Baik sebelum melanjutkan membaca, ada beberapa syarat sebelum tuan/nona membaca. yaitu bacalah dengan pelan, lirih, dan penuh perenungan....baik saya ucapkan banyak terimakasih bila anda mematuhi peraturan tersebut. selamat membaca :D

Sekarang coba bayangkan

Saat kita berusia satu tahun orangtua memandikan dan merawat kita, sebagai balasannya kita malah menangis ditengah malam, tanpa henti bahkan membuat orangtua kita kelelahan.

Saat kita berusia dua tahun orangtua mengajak kita berjalan sebagai balasannya kita malah kabur saat orangtua memanggil kita.

Saat kita berusia tiga tahun orangtua memasakan makanan kesukaan kita sebagai balasannya kita malah menumpahkannya.

Saat kita berusia empat tahun orangtua memberikan kita pensil bewarna sebagai balasannya kita malah mencoret-coret dinding dengan pensil berikut.

Saat kita berusia lima tahun orangtua membelikan kita baju yang bagus-bagus sebagai balasan kita malah mengotorinya dengan bermain main.


Saat kita berusia 10 tahun orangtua membayar uang-uang sekolah dan uang SPP kita sebagai balasan kita malah malas-malasan bahkan bolos di sekolah.

Saat kita berusia 11 tahun orangtua mengantar kita kemana-mana sebagai balasan kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

Saat kita berusia 12 tahun, orangtua mengizinkan kita bermain keluar rumah bersama teman-teman kita, sebagai balasan kita malah membiarkan orangtua duduk dengan sabar menunggu kita berpisah dengan kita bersama teman-teman kita.

Saat kita berusia 13 tahun orangtua membayar biaya kemah, biaya pramuka dan biaya liburan kita, sebagai balasan kita malah tidak memberinya kabar ketika kita berada diluar rumah.

Saat kita berusia 14 tahun orangtua berangkat kerja dan ingiiin memeluk kita, sebagai balasan kita malah menolak dan mengeluh ?Papah Mamah, aku sudah besar?

Saat kita berusia 17 tahun orangtua sedang menunggu telepon penting sementara kita malah asik menelpon teman-teman atau bahkan dengan pacar kita yang sama sekali tidak penting.


Maaf tuan/nona saya potong dulu kelanjutannya, saya mau tanya... berapa kali anda bertemu dengan pacar anda/teman anda? Berapa kali anda membelikan kado spesial kepada pacar/teman anda? Berapa kali anda mengantarkan teman anda atau pacar anda ke suatu tempat hingga anda rela kehujanan, kepanasan demi teman/pacar anda? Lantas saat orangtua kita ulang tahun berapa kado termahal terindah yg sudah anda berikan? Anda pernah mengantar orangtua sekedar berbelanja kepasar? Berapa ribu alasan yang pernah anda ucapkan saat orangtua menyuruh kita melakukan sesuatu?
Baik ijinkan saya menepuk bahu anda, dan berkata ?nona/tuan cara/langkah kita yang terbaik adalah mari kita berdoa, bersujud dalam sepertiga malam, melantunkan nama orangtua dalam sajak doa kita, berusaha berbakti kepada orangtua kita.

Baik saya lanjutkan....
Saat kita berusia 18 tahun orangtua menangis terharu ketika kita lulus SMK, sebagai balasan kita malah berpesta tak karuan.


Saat kita berusia 19 tahun orangtua membayar biaya kuliah dan mengantar kita ke kampus, sebagai balasan kita malah meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampus dan menghardik ? papa mama, aku malu...aku kan sudah besar?

Saat kita berusia 22 tahun orangtua memeluk kita dengan haru ketika kita di wisuda sebagai balasan kita malah bertanya kepada mereka ? papa mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?

Saat kita berusia 23 tahun orangtua membelikan kita sebuah barang yang kita idam-idamkan sebagai balasan kita malah mencela ? duuh, kalau kau beli apa-apa bilang dong, aku kan tidak suka model begini?

Saat kita berusia 25 tahun orangtua membantu membiayai biaya pernikahan kita sebagai balasan kita malah pindah keluar kota dan mengunjungi mereka sekali dalam setahun.

Saat kita berusia 30 tahun orangtua memberitahu kepada kita bagaimana cara merawat bayi sebagai balasan kita malah berkendak ? papa mama zaman sekarang sudah beda, gak perlu lagi cara-cara seperti dulu".

Saat kita berusia 40 tahun orangtua sakit-sakitan dan membutuhkan perawatan sebagai balasan kita malah beralasan ?papa mama aku sudah berkeluarga, aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku?



Dan entah kata-kata apa lagi yang akan kita ucapkan kepada orangtua, bukan mustahil itulah yang menyumbat rezeki dan kebahagiaan kita selama ini. Maafkanlah aku Ayah Ibuku, yang belum berhasil melukis senyum untukmu...

Terimakasih......
- IphhoRight -


Anakmu
-Didiek Hermansyah-


















reff : http://didiekhermansyah.blogspot.com/2014/02/kita-dan-orangtua.html

Sistem Susunan Tata Surya

Sistem susunan tata surya ? Sebelum dibahas lebih lanjut tentang sistem tata surya dan juga susunan tata surya, saya akan bahas tentang pengertian tata surya lebih dahulu. pengertian dari tata surya adalah susunan dari benda benda yang ada di langit yang berputar untuk mengelilingi matahari, sebab di sini matahari merupakan pusatnya. Jadi dapat dikatakan bahwa semua benda benda yang ada di langit dan ikut serta untuk mengitari matahari itu di sebut sebagai tata surya.

Benda benda langit yang di sebut sebagai tata surya itu meliputi, planet, bulan, komet, asteroid, serta meteroid. Semua benda benda langit tersebut bergerak untuk mengitari sebuah matahari secara tetap. Setelah anda mengetahui tentang pengertian tata surya, yang perlu anda ketahui lagi adalah tentang sistem tata surya dan juga susunan tata surya. Bagaimana sistem susunan tata surya tersebut? Yuk sama sama kita cari tahu jawabannya pada artikel yang satu ini.

Sistem tata surya

Sistem tata surya. Tata surya terletak pada galaksi bimasakti, sejak diadakannya sidang secara umum dalam himpunan asosiasi internasional yang diadakan di praha tepatnya pada bulan agustus tahun 2006 yang lalu, telah ditetapkan jika jumlah planet dalam tata surya itu ada delapan buah. Walaupun dalam hal ini telah ditemukan satu planet lagi pada tahun 1930 yang bernama pluto, namun Pluto tidak dapat terdaftar sebagai salah satu planet yang ada di dalam tata surya, hal ini dikarenakan Pluto tidak cukup memenuhi persyaratan sebagai suatu planet. Baca: Karakteristik anggota tata surya

Dari penjelasan tersebut di atas, maka dengan diadakannya sebuah sidang yang dilakukan secara umum tersebut telah ditetapkan jika jumlah planet dalam tata surya hanya delapan buah saja. Pada penjelasan yang ada di bawah ini akan saya jelaskan tentang susunan tata surya. Jika anda belum mengetahui lebih banyak tentang susunan tata surya, anda harus membaca postingan yang satu ini, untuk menambah ilmu pengetahuan anda tentang tata surya khsususnya materi tentang susunan tata surya.

Susunan tata surya

Susunan tata surya itu terdiri atas satu buah matahari, delapan buah planet dan juga satelit alami serta benda benda langit lainnya seperti, asteroid, meteorid, dan juga komet yang ikut serta mengelilingi matahari. Matahari dalam tata surya dijadikan sebagai suatu pusat maka dari itu matahari di kelilingi oleh semua anggota tata surya. Lintasan yang dilalui oleh tata surya atau benda benda langit tersebut untuk mengitari matahari disebut dengan orbit.

Matahari adalah anggota penyusun dari tatasurya yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Matahari adalah sebuah bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi. Suhu pada inti matahari berkisar anatara kurang lebih 35.000.000 ?C dan di bagian tepi matahari suhunya hanya berkisar antara 6000?C. Matahari melakukan perputaran pada sumbunya yang dilakukan dari arah barat menuju ke arah timur. Adapun anggota tatasurya lainnya adalah planet. Planet adalah suatu benda yang ada di langit yang tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Dalam susunan tata surya terdapat 8 buah planet yang telah ditentukan. Baca: Proses pembentukan dan terjadinya tata surya



reff : http://www.informasi-pendidikan.com/2015/08/sistem-susunan-tata-surya.html

Red Rock pt 3: Levitation 29 (III 5.11c)



When we got back to the car after climbing Inti Watana To Resolution Arete I was psyched we didn't have to ever use headlamps. When I checked my phone and read a text message from Mark, I got even more excited:

?Fuck it! We are doing Levi29 tomorrow. So hopefully you aren?t too worked.?

Well, aside from doing a Grade V route on 6th consecutive day of climbing, I feel great! Some active rest, wouldn?t hurt though. Mark and I settled on climbing Unimpeachable Groping (6 pitch 5.10+) on day 7 and saving Levitation 29 (III 5.11c) for the 8thday. On the way back to the Bay Area I was really excited that my body handled eight consecutive days of climbing. However, those who have heard of Henri Barber?s climbing habits will smirk. If you have not, I would strongly suggest to listen!
http://enormocast.com/episode-39-henry-barber-enough-said/
Eagle Wall - Levitation 29 goes up the middle of this beast
Mark likes to play around with rocks
Me posing on the approach
Climbing on Unimpeachable Groping was some SERIOUS FUN
Aside from screwing up the approach to Unimpeachable Groping and finding a three man party on the route with another party at the base, the day went great. Party in line decided to climb something else, and we took our time climbing the route on a windy day. Weather in Red Rock have been fairly ?alpine? for the whole duration of our trip. Cloud cover and winds made cragging feel a little less enjoyable. Poor man?s Patagonia indeed.

Not much to say about Unimpeachable Groping. It was steep, clean and had cool climbing. Kind of the usual, I loved it. Mark however, wasn't impressed. He was impressed by Levitation 29 though! Since he sprained his ankle on the descent from Epinephrine he didn't get to climb much for majority of our trip. I been climbing my ass off every day, so we decided he will take the evens, which included the 5.11c crux of Levi 29. I would be lying if I didn't admit Levitation 29 was really intimidating to me. 5.11c face climbing. Jesus, I usually suck on 5.11 face in the gym. Crimps are probably my biggest weakness and I sport climb as much as I get laid. Since Mark is stronger at face climbing it was logical for him to take the crux pitch anyway. But at least I had a better excuse for not fighting hard to take that lead.
Mark leading pitch 1 of Levitation 29
Another look at Mt. Wilson
'Snail eye' before leading pitch 2 (5.11) on Levi 29
We started the approach early and got it done in exactly two hours. We took the low 5th class direct option which seemed fairly easy to follow, but not very direct. There was no scary scrambling on it. Top third of this approach was like walking up a never ending Half Dome. Steep slabs for eternity. As Mark racked up for pitch one another party showed up and got in line behind us. ?Great,? I thought, an audience to see me flail like a rag doll. I told them that if they were mega crushers who would be slowed down by a few dudes who want to ?get up? the route, they could pass right ahead. They said they weren't in a rush and made a great first impression, which was strengthened by continuous positive communication we had through the day. At times having another party on a route is a nuisance, but these guys only brought joy to my day.
Mark on the approach with Mt. Wilson behind him
Mark following pitch 2
Party behind us on pitch 2
Mark leading the crux - pitch 5
Mark led the first pitch not without huffing and puffing. Even though ?just? a 5.10b, this pitch was more interesting than any of the 5.10 pitches we have done on the trip. Next pitch was a 5.11 roof which is supposedly another crux of the route. It seemed giant and I was intimidated. The lead started out well but than I got hit with some insecure stemming and was forced to slow down. After figuring it out I continued up on cool edges, used a two finger pocket to get under a wild roof and than it took me a long time to commit to some action there. After a few false starts I tried to do something I had not much faith in and almost took a fall. Even though falling here would be like falling on top rope, I really wanted to do the moves clean. I was barely able to down-climb back to my stance likely with help from a tight belay provided by my patient partner. After a bit more thinking I figured out a completely different way of putting the moves together. The moves actually went smooth and I got the pitch clean! Mark ran up the next pitch ? a fun 5.8, and I took pitch four (5.10b).
Mark following pitch 6
Guys behind us having a blast
Original bolt on route
Another view of Mt. Wilson and the descent canyon
After we got done with the first four pitches, the crux was staring us in the eyes. We heard a lot about it, but seeing it in person was a different experience. Thin face climbing to a short section of fist jams through a roof than crimpy face climbing to the anchor. The pitch was so tightly bolted that I don?t think there would be much difference in a length of fall between leader and a follower. : ) However, locking off and clipping the draws/rope into the bolts makes it a different game. Mark did really well but messed up the sequence through the roof. I had a desperate time but followed the pitch clean. It took a lot out of me and I was pumped out of my mind. While leading the sixth (5.10d) pitch I thought I was gonna go for a ride mid way up when my footwork and fatigue from following pitch five put me in a difficult situation. I was really proud of my ability to block off fear of falling, concentrate on pulling hard, making the moves to work my way out of shitty situation and succeed. Mark led the 7th pitch (5.11a) and we were done with the hard climbing. Both of us thought the 6thand 7th pitches were quality pitches with difficult climbing. Some people recommend rapelling after pitch five, but we don't understand why. Last two pitches are 5.8 and 5.9 and we were not sure if we could rappel after those so we rapelled after pitch seven. I was fairly happy with my performance on the route ? no falls, no hangs. Since I am a mountaineer at heart, the only regret I have was for not going to the top of the formation, which I am sure will happen at some point in the future. I enjoyed the route very much and the whole outing to Red Rock kicked ass. The climbing style was completely different than what I am used to in CA, which was enjoyable and challenged in the same time. Can?t wait to go back and climb in Red Rock some more!




reff : http://vividrea1ity.blogspot.com/2014/04/red-rock-pt-3-levitation-29-iii-511c.html

Construction Themed 1st Birthday Party

The perfect Construction themed birthday party for our little construction worker!
Tannon turned the BIG 1 back on June 22nd, we had a super fun get together with family, friends, cake, and great food!With a sandbox and lots of Tonkas, a pool with boats, a baby BBQ, and so much more it was a great time!

I cant believe that its even time to write a post like this, i mean FIRST BIRTHDAY! That came up way to fast. I sweat we just brought him home last week right?
Well i guess not, it just never stops surprising me how fast babies grow up.

We wanted to do a Construction Themed Party basically sense the whole male side of our families have construction backgrounds. Thought we should get T-Man started early.

I found some greatConstruction Invitationsand even got them on sale! Double Score.
Of course we stalked Pinterest for a few weeks to get tons of ideas, one even included a sandbox, which we were already going to build at Grandmas house, figured we should get it done for the party.
I had a custom T-shirt and diaper cut embroidered byDF Creations. And i must say they turned out amazing.
All signs I created and had printed onto card stalk and laminated at Staples.

Enjoy The Pictures,
If you have any questions or comments please feel free to leave them in the comments, or contact me.
Below you'll find links to anything purchased.
Hard Hats
Mini Road Cones



















reff : http://www.thehowtohippie.com/2015/07/construction-themed-1st-birthday-party.html

SERUAN KEPADA SEMUA PEGUAM SYARIE

Konvensyen Peguam Syarie Malaysia Kali Ke-2 ?

Pada Jumaat, 1 Julai, 2011 jam 8.00 pagi hingga 6.00 petang bertempat di GrandBall Room, Hotel Grand Season,Jalan Pahang, Kuala Lumpur.

Konvensyen ini adalah anjuran Jabatan Kehakiman Syariah Malaysia (JKSM) dengan kerjasama Persatuan Pegawai Syariah Malaysia (PPSM) dan Persatuan Peguam Syarie Malaysia (PGSM).

Tema Konvensyen - ?Guaman Syarie : Prospek Pengukuhan Institusi Kehakiman Syariah Di Malaysia Menjelang 2020?.

Objektif-objektif Konvensyen seperti berikut :-

? Memantapkan peranan sistem kepeguaman dan perundangan Islam agar mampu menjadi penyelesai kepada permasalahan umat Islam selaras dengan tuntutan Islam

? Memperkasakan keupayaan kredibiliti institusi perundangan, kehakiman dan kepeguaman syarie serta mekanisma yang berkaitan dengan syariat Islam.

? Pengukuhan usaha menjaga kedaulatan agama Islam serta memelihara kemaslahatan dan kebajikan umat Islam di Negara ini.

? Pembugaran inisiatif yang menjadi teras kesinambungan usaha memartabatkan kepeguaman, kehakiman, perundangan dan pentadbiran Islam.

YAB Perdana Menteri Malaysia, Dato? Sri Mohd Najib Tun Razak akan merasmikan Konvensyen ini, pada petang tarikh tersebut.

Melibatkan penyertaan seramai lebih 1300 hingga 1500 orang Peguam Syarie, Pegawai Syariah, pegawai jabatan agama Islam, pelajar IPT dan lain-lain yang datang dari seluruh Negara. Penyertaan juga terbuka kepada orang awam dan sesiapa sahaja yang berminat. Yuran penyertaan RM90.00 seorang.

Juga akan menyaksikan wakil peguam syarie dari Malaysia, negara Brunei Darussalam dan Republik Singapura akan membentangkan kertas kerja tentang aspek kepeguaman Syarie di negara masing-masing.

Manakala di sebelah petangnya pula akan diadakan Majlis Forum dengan tajuk ?Peguam Syarie : Isu, Cabaran dan Kemana?? dengan barisan panel dari kalangan peguam syarie berpengalaman luas dan berkaliber.

Di penghujung Konvensyen ini juga, satu resolusi konvensyen akan dibuat dan disampaikan kepada Perdana Menteri.

Maka, PGSM dengan ini MENYERU kepada semua Peguam Syarie seluruh Negara agar tidak melepaskan peluang yang jarang-jarang sekali muncul ini, dengan hadir beramai-ramai di perhimpunan terbesar Peguam Syarie pada 1 Julai ini.

Pendaftaran boleh dibuat secara online di laman
- http://bit.ly/lvvu54
- http://peguamsyariemalaysia.blogspot.com.
atau datang terus mendaftar pada pagi 1 Julai 2011 di tempat berkenaan.

Sebarang maklumat lanjut boleh hubungi Sekretariat Konvensyen, di talian : 03-88864800 - 4627/4614/4725.

Sekian untuk siaran.

Terima kasih.

?Meletakkan Hak Kepada Yang Berhak?



reff : http://peguamsyariemalaysia.blogspot.com/2011/06/seruan-kepada-semua-peguam-syarie.html