Sabtu, 21 Maret 2015

Tugas Mandor Perkerasan Jalan

Bagaimana kabar Sahabat semua hari ini ?, tentunya semoga berbahagia dan sehat selalu. Ok langsung saja ke poko pembicaraan kita yaitu mengenai Tugas Mandor Perkerasan Jalan."
Tugas Mandor Perkerasan Jalan (Foreman Of Road Pavement). Definisi jabatan (Job Description) melaksanakan pekerjaan perkerasan jalan meliputi pekerjaan lapis pondasi dan lapis permukaan.

Tugas Dan Tanggung Jawab Mandor Perkerasan Jalan
Tugas Mandor Perkerasan Jalan

Uraian Tugas Mandor Perkerasan Jalan

Mengendaikan Pelaksanaan perkerasan jalan meliputi pemasangan lapis pondasi dan lapis permukaan. Yang antara lain
  1. Mengecek kesiapan sumber daya meliputi alat, bahan dan tenaga
  2. Menerima penyerahan hasil sub grade
  3. Megendalikan pelaksanaan lapis pondasi meliputi penghamparan pembentukan dan pemadatan.
  4. Mengendalikan Pekerjaan Penghamparan pembentukan dan pemadatan lapis permukaan
  5. Menyiapkan kebutuhan material
  6. Menyampaikan permintaan kebutuhan material kepada unit-unit produksi yang terkait
Memberi instruksi teknik kepada para pekerja dan membuat daftar hadir yang antara lain adalah:
  1. Menjabarkan metode kerja dan taknis pelasanaan dilapangan
  2. Member petunjuk teknis kepada para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.
  3. Mengendalikan pekerja dan membuat daftar adir
  4. Mencatat produktifitas pekerja dan peralatan
Memastikan bahwa semua instruksi telah dilaksanakan oleh bawahannya antara lain adalah :
  1. Memeriksa hasil pekerjaan para pekerja
  2. Memberi Koreksi atas pelaksanaan instruksi bila terjadi penyimpangan
  3. Memberikan instruksi teknis perbaikan ketidak sempurnaan hasil pekerjaan
Menilai Kerja Bawahan dan menindak lanjuti hasilnya yang antara lain adalah :
  1. Memantau Produktifitas pekerja
  2. Menilai kinerja pekerja
  3. Menegur dan mengarahkan pekerja yang kurang produktif
  4. Membuat rekomendasi kinerja pekerja
Membuat� laporan hasil pelaksanaan pekerjaan kepada atasan yang antara lain adalah
  1. Menyiapkan Laporan Hasil pelaksanaan pekerjaan meliputi hambatan dan kemajuan
  2. Melaporkan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan
"
Source : http://www.uraiantugas.com/2014/09/tugas-mandor-perkerasan-jalan.html


asalnya sembilu dari buluh

Jika dianyam jadikan tampian

Kami menyusun jarinya sepuluh

Salah dan silaf mohonlah dimaafkan

Mansyur s

Smoga sobat semua tidak bosan bertemu saya he he, bagaimana kabarnya nih sobat semua ? yang pastinya sehat dan bahagia ya. Ok langsung saja pada topik kita kali ini adalah Mansyur s."



Mansyur s - Khana

Mansyur s - Pagar Makan Tanaman

Mansyur s - Tetes Air Mata

Mansyur s - Penantian

Mansyur s - Air Tuba

Mansyur s - Air Mata Perkawinan

Mansyur s - Cinta Sampai Disini

Mansyur s - Rembulan Bersinar

Mansyur s - Pelaminan Kelabu

Mansyur s - Biarkan Lah

Mansyur s - Zubaedah

Mansyur s - Bunga Indah

Mansyur s - Jangan Kau Tuduh Aku

Mansyur s - Rintik Rintik Hujan

Tags:�http://temaku.pun.bz/koleksi-mp3-dangdut-mansyur-s-album-emas.xhtml
"
Source : http://ragammp3.blogspot.com/2013/12/mansyur-s_27.html


Tari beradat langkah bertingkah

Kalung suasa menghias dada

Tiba saat kita berpisah

Cemerlang ditingkat jemu tiada

Madlib in Brazil

Halo apa kabar Sobat semua ?, tentunya Sobat semua pasti dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang satu apapun. Kali ini kita akan membuka topik tentang Madlib in Brazil."Brazilian vinyl mix by Madlib

Mediafire Zip"
Source : http://psychedelicheroinmusic.blogspot.com/2011/03/madlib-in-brazil.html

         Akhir kata semoga postingan tentang Madlib in Brazil yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.

BIOGRAFI DAKRI SANG PENEMU TERLENGKAP FOSIL PURBA SEMEDO bag.2

Jumpa lagi dengan saya ya Sobat semua !, dan pastinya Sobat semua dalam keadaan bahagia. Kali ini kita akan membahas mengenai BIOGRAFI DAKRI SANG PENEMU TERLENGKAP FOSIL PURBA SEMEDO bag.2."
DAKRI DI MASA REMAJA

Dakrialias Jangkrik, saat masih sekolah di Lumbung desa, sering tergiur untuk tidak berangkat sekolah karena bujukan kawan-kawannya yang tidak sekolah. Bapakku selalu ngawasi saya untuk sekolah. Tapi kawan saya Tirnya, dan Dirjo selalu mengabari bahwa banyak ikan di sungai Semedo. Kami kemudian merencanakan tawu mencari ikan dengan cara menambak sungai kecil. Biasanya siang hari kami mulai menambak sungai. Setelah itu kami bergantian menguras sungai yang ditambak. Tak berapa lama kami berebut menangkap ikan-ikan itu kami tangkap dan direnteng menggunakan rumput alang-alang. Ikannnya diantaranya lele, gabus, dan wader pari.

Kegemaran berburu dan mencari ikan menjadi hobinya setiap hari. Ia bahkan tak takut pada binatang buas. Beberapa jenis ular phiton, atau ular sawah warga setempat menyebutnya ular luwuk, cukup ia jerat lehernya dan digantung di tengah jembatan kayu. Keberanian Dakri menangkap ular membuat teman-temannya bangga. Itulah sebabnya ia memiliki banyak teman.

Dkri hoby mememelihara burung. Ia mencari anakan burung dari sarangnya yang berada di atas pohon jati. Anak-anak burung itu ia bawa pulang dan dipelihara dari kecil dengan cara diluluh cara makannya. Diantaranya burung Perkutut, deruk, ketilang, crokcokan, glatik dan cukcak ijo. Dulu murai, cukcak dan kacer sangat banyak di semedo.

Peristiwa Kebo Dungkul.
Suatu hari hobi memelihara burung yang disukai Dakri bertambah banyak. Menariknya karena memelihara burung dari susuan hingga besar, semua burung Dakri bisa dilepaskan dan pulang dengan sendirinya. Karena merasa kakanya memilhara banyak burung, adiknya ingin sekali makan daging burung. Untuk memenuhi keingainan adiknya, Dakri kemudian berjanji mengabulkan permintaan adiknya asalkan burung yang dipiara dari sangkar diuji bisa pulang atau tidak. Ternyata dari puluhan burung piaraannya semua bisa pulang namun dakri jengkel melihat ada perkutut yang lambat sekali pulangnya hingga asar. Burung itu asyik nangkring di pohon randu. Setelah temurun ke tanah dan mendekatinya burungperkututnya dipegang dan disembelih dengan keris. Saat itu Dakri tak tau kalau itu adalah keris. Ia merasa menemukan sebilah keris yang ditemukan di Makam Mbah Buyut Semedo.

Saat itu saking kesalnya pada perkutut, keris dipotong lehernya sampai kebablasan, saat itu juga saya badannya bergetar, langsung sakit mendadak. Sebelum burung perkut dikuliti dan dibakar, badan saya panas demam dan meriang dan bicara sendiri kaya kesurupan. Sakit saya sampai 3 bulan. Akhirnya burung perkutut tak jadi dilakan dan oleh adik lelakiku akhirnya dikubur.Mulai saat itu setelah sembuh keris yang kutemukan kemudian diberikan pada orang yang berhasil menyembuhkan dakri. Saat itu bapak mengundang soso Mbah Kajan dari Semedo. berkat ketekunannya mengobati Dakri ia pun bebuatnya sembuh. Mulai saat itu Dakri trauma pada burung Perkutut. Dalam sakitnya Dakri merasa didatangi Mbah Buyut Semedo yang kecewa karena Dakri telah mengecewakannya memberi Perkutut Bandar Petung bisa menjadi modal apalagi ditemukannya perkutut di hari Jumat kliwon bareng dengan keris tanpa wrangkadi bawah pohon jati.

Dakri ingat sekali saat mbah kajan mengobatinya dengan batu yang sering ia lihat saat nawu ikan di sungai. Bapak nya kemudian memberi penjelasanbahwa apa yang digunakan mbah kajan adalah untu gigi kerbau dungkul atau gigikerbau purba. Namun demikian tisak semua batu fosil gigi kerbau dungkul dapat digunakan sebagai pengobatan. Menurut bapak Salim tidak semua gigi kerbau purba dapat menjadi pusaka kerbau dungkul. yang bisa menjadi pengobatan adalah yang memiliki yang sudah dipegang para spiritual.

nyong angger kapan bae apa maning koh gelema nyekel manuk perkutut, dinein bae aku emong ora bakal gelem ngemek lan nyekel manuk kue, krana pernah terjadi awakku sampe sakit parah.�*** (NSYS)
"
Source : http://www.teropong-news.com/2015/03/biografi-dakri-sang-penemu-terlengkap.html


Madah diungkap santun bitara

Pantun dilantun mengusik hati

Salah dan silap tutur bicara

Pohon diampun seikhlas hati

TERATOMA SAKROKOKSIGEUS

Hai! Apa kabar Sobat semua? Saya yakin Anda sehat. Jika tidak, smoga Sobat lekas sembuh dari penyakitnya? Kali ini kita akan membuka tema tentang TERATOMA SAKROKOKSIGEUS."Teratoma sakrokoksigeus adalah neoplasma yang terdiri dari bermacam-macam jaringan yang berbeda dari ketiga lapisan sel germinal asing pada tempat anatomi dimana jaringan tersebut muncul yaitu sering terjadi dekat tulang ekor (coccyx), dimana konsentrasi terbesar sel primitive berada untuk periode waktu yang lama. Tumor ini diyakini berasal dari sel multipotensial embrio dari Hensen;s node yang terletak di dalam tulang ekor (coccyx). Teratoma sakrokoksigeus berkembang didalam retroperitoium, daerah sakrokoksigeus, atau melibatkan keduanya. Sebagian besar merupakan kasus primer.

Epidemiologi
Teratoma Sakrokoksigeus adalah tumor jarang. Insiden teratoma sakrokoksigeus 1 dari 35.000 sampai 40.000 kelahiran hidup dan paling sering ditemukan pada wanita dengan Rasio 3:1 sampai 4:1 pernah dilaporkan. Sakrokoksigeus adalah bagian yang sering terdapat teratoma pada neonatus (46-65%) Lokasi selanjutnya yang paling sering adalah : gonad (10-35 %), mediastinal (10-12 %),retroperitoneal (3-5%), cervical (3-6%), Presakral (3-5 %), system saraf pusat (2-4 %). Tumor ini paling sering ditemuan pada bayi dan anak anak, tetapi dilaporkan telah ditemukan pada orang dewasa. Ada kecenderungan diantara populasi pediatrik mengarah ke transformasi maligna pada teratoma sakrokoksigeus dengan peningkatan umur. Tetapi pada pasien dewasa tumor benigna yang paling sering.

Etiopatologi
Teratoma terbentuk dan berkembang selama kehidupan intrautrin, dapat menjadi sangat besar pada teratoma sakrokoksigeus seiring dengan perkembangan fetus. Teratoma sakrokoksigeus muncul dari primitif knot atau hensen�s node. Hensen�s node adalah suatu agregasi dari sel totipotensial yang merupakan pengatur utama pada perkembangan embrionik. Semula terletak di bagian posterior embrio yang bermigrasi secara caudal pada minggu pertama kehidupan didalam ekor embrio, akhirnya berhenti di anterior tulang ekor (coccyx). Alur migrasi dari sel germinal menunjukan lokasi dan patologi yang paling sering terdapat teratoma (sakrokoksigeus dan gonad). Sel-sel ini dapat meluas ke postero-inferior masuk daerah glutea dan /atau postero-superior masuk ke rongga abdominopelvik. Pemisahan sel totipotensial dari hansen�s node mungkin menyebabkan munculnya teratoma sakrokoksigeus. Sel pleuripotensial ini melarikan diri dari kontrol pengatur embrionik dan berdiferensiasi masuk dalam jaringan yang tidak biasa ditemukan pada daerah sakrokoksigeus. Tumor terjadi dekat dengan tulang ekor, dimana konsentrasi terbesar primitif sel berada untuk waktu yang lama selama masa perkembangan. Tumor ini diklasifikasikan berdasarkan Altman classification of Surgical Section of the American Academy of Pediatrics kedalam 4 tipe yaitu :
  1. Tipe I - tumor terutama di bagian luar mengarah dari daerah sakrokoksigeus dan muncul dengan distorsi bokong
  2. Tipe II � tumor terutama diluar , tetapi ada bagian yang luas didalam pelvis.
  3. Tipe III � tumor terutama didalam pelvis dengan sedikit pada bagian luar, benjolan pada bokong.
  4. Tipe IV � tumor deluruhnya didalam tanpa ada dibagian luar atau bagian bokong
Sebagian besar teratoma terdapat daerah baik yang padat dan kistik, walaupun teratoma padat secara lengkap terjadi. Cairan kista dapat sereus, mukoid, darah, dan lapisan kista sering terdiri dari epitel skuamous serta sebasea dan gigi. Terutama tumor kistik lebih mungkin benigna dan insiden malignansi meningkat pada sejumlah jaringan padat.9 Teratoma benigna biasanya berkapsul, dan adanya bagian yang nekrosis atau perdarahan memberi kesan adanya kanker.
Pemeriksaan mikroskopik pada teratoma biasanya menunjukkan variasi jaringan lebih dari satu lapisan germinal. Pentingnya memiliki keseragaman dalam klasifikasi histologi teratoma agar evaluasi prognosis yang sesuai dan kelangsungan hidup serta dapat membandingkan hasil dari laporan bertahap dari institut yang berbeda.
Teratoma diklasifikasikan kedalam tiga kategori histopatologi :
  1. Teratoma benigna : Terdapat deferensiasi baik, benigna, matur, hanya jaringan dewasa
  2. Teratoma dengan imatur jaringan embrionik yang bukan maligna seutuhnya, dengan atau tanpa jaringan matur.
  3. Teratoma maligna , dengan jaringan maligna seutuhnya, ditambah jaringan matur dan /atau embrionik.
Gambaran klinik
Secara klinis, Tumor paling sering muncul sebagai massa yang menonjol antara coccyx dan anus yang biasa ditutupi dengan kulit normal yang intak. Beberapa pasien, seluruh atau sebagian benjolan terletak pada permukaan retrorektal atau retroperitoneum. Pada bayi dan anak-anak, Tumor muncul sebagai massa pada daerah sakropelvis yang menekan kandung kemih dan rectum. Seringnya gejala obstruksi pada traktus urinarius yang disebabkan oleh kompresi ureter dan urethra terhadap pubis atau kompresi ureter terhadap pinggiran pelvis dan terjadi kesulitan defekasi sebagai tanda obstruksi yang mungkin tidak cukup dikenali.
Sebagian kecil pasien dapat mengalami paralysis, nyeri, atau kelemahan pada kaki, terutama pada stadium lambat dari invasi maligna dari tumor.
Pada teratoma sakrokoksigeus pada fetus, jika tumornya besar, dapat menyebabkan distosia, kesulitan melahirkan dan perdarahan atau laserasi tumor.

Diagnosis

Diagnosis teratoma sakrokoksigeus biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan fisik. Tumor ini biasanya didiagnosa ketika ditemukan benjolan sacrum yang besar setelah kelahiran yang sulit atau obstruksi pada kelahiran. Anamnesis didapatkan adanya nyeri rectum, konstipasi, dan adanya sebuah benjolan.
Teratoma sakrokoksigeus juga sering didiagnosa sebelum bayi lahir dengan pemeriksaan ultrasonografi fetal. Laporan bertahap diagnosis antenatal pada teratoma sakrokoksigeus menunjukkan bahwa sebagian besar fetus yang didiagnosa teratoma sakrokoksigeus kemungkinan meninggal sebelum kelahiran. Diagnosis prenatal penting karena tumor ini mungkin cukup besar untuk menyebabkan distosia dan ruptur dari tumor dengan perdarahan masif dapat terjadi selama kehamilan.
Pada sebagian besar kasus, teratoma sakrokoksigeus sangat khas sehingga diagnosisnya sangat jelas. Kadang-kadang, bagaimanapun diagnosis tidak begitu jelas dan adanya lesi lain seperti kondroma, fibroma, duplikasi rektal, terutama mielomeningocele dan tumor neurogenic presakral, harus dikeluarkan. Apabila sulit membedakan teratoma sacrococygeal dengan lesi lain, studi diagnostic seperti Foto polos, Ultrasonografi, computer tomografi (CT) atau MRI.
Foto thoraks membantu menyingkirkan penyakit metastase. Foto polos pada sacral dapat menunjukkan adanya kalsifikasi dalam tumor. Ultrasonografi berguna untuk menentukan sifat lesi (padat atau kistik, adanya komponen intraabdominal dan keterlibatan hati). Baik CT Scan lateral dan magnetic resonance imaging ( MRI )akan menunjukkan perluasan intrapelvis dan intraspinal dari lesi sacral dengan rincian yang jelas. Beberapa teratoma mengandung elemen yolk salk, dimana mengeluarkan alfa�fetoprotein. Deteksi AFP dapat membantu memperjelas diagnosis dan sering digunakan sebagai marker untuk rekurensi atau efektifitas pengobatan, tapi metode yang jarang pada diagnosis awal. Pada satu tahap, AFP meningkat pada 31 dari 32 teratoma maligna. AFP juga ditemukan meningkat pada cairan amnion jika infan menderita teratoma.

Diagnosis Banding
Diagnosis banding teratoma sakrokoksigeus adalah meningocele dan berbagai tumor jaringan lunak. Penting untuk membedakan lipomeningocele dari teratoma. Secara klinis, lipomeningocele lebih tinggi di belakang dan terletak di atas kanal spinal. Roentgenoram menunjukkan adanya spina bifida. Disisi lain, Teratoma terletak dibawah belahan intergluteal dan meluas ke anterior sampai sacrum lebih masuk ke kanal. Presakral meningocele lebih lembut, dan lebih fluktuasi dari pada teratoma. CT scan akan memudahkan dalam membedakan meningocele presakral dari teratoma.

Penanganan
Teratoma sakrokoksigeus harus dieksisi lengkap. Lesi Tipe I dan II dapat dimulai pada daerah posterior melalui chevron insisi dan sagital. Lesi tipe III dan IV harus insisi tambahan transversal pada perut bagian bawah. Bagian penting pada prosedur termasuk pengangkatan lengkap pada tumor intak, ligasi arteri sakral tengah, dan eksisi tulang ekor ( coccyx ) bersama tumor.
Jika tumor secara histologi benigna ( hanya jaringan matur) atau mengandung jaringan embrionik tanpa maligna seutuhnya, eksisi lengkap adekuat. Jika lesi benigna (97 %), tidak diindikasikan terapi lanjutan. Untuk Tumor yang agresif dan terdapat jaringan malignan seutuhnya, pembedahan eksisi sendiri tidak adekuat dan pasien harus mendapatkan kemoterapi dan atau radioterapi. Pasien dengan rekurensi kanker dan tidak dapat dieksisi diberikan terapi VAC (vinkristin, dactinomycin, cyclophosphamide) ditambah radiasi lokal. Pasien ini harus dievaluasi setiap 3 bulan selama 2 tahun pertama dengan pemeriksaan rectal dan jumlah AFP. Pasien yang diperkirakan rekurensi harus dievalusi dengan pemeriksan radiologi yang sesuai, Ultrasonografi dan/ atau CT.
Lesi ini paling baik direseksi dalam 24 jam pertama, sejak usus tidak dikoloni pada 24 jam pertama setelah kelahiran., mengurangi resiko infeksi pada daerah yang terkontaminasi feses selama reseksi. Perioperatif antibiotic diberikan segera sebelum pembedahan dan dilanjutkan 24-48 jam setelah operasi.

Komplikasi
komplikasi maternal pada kelahiran dapat termasuk seksio sesarea atau kelahiran pervaginam dengan mekanisme distosia. Komplikasi yang berpeluang terjadi dalam uterus termasuk polihidramnion dan perdarahan tumor yang menyebabkan anemia dan nonimun hidrops fetalis. Komplikasi akibat pengaruh benjolan pada teratoma sakrokoksigeus yang besar termasuk pembesaran pinggul, obstruksi saluran cerna, obstruksi urinarius, hidronefrosis dan hidrop fetalis. Komplikasi berikutnya dari pengaruh benjolan atau pembedahan dapat termasuk neurogenik bladder, bentuk lain dari inkontinensia urin, inkontinensia fekal, dan masalah kronik lain yang menyebabkan kerusakan yang mengorbankan saraf dan otot dalam pelvis. Komplikasi akibat tidak diangkatnya coccyx dapat termasuk rekurensi dan metastase kanker.

Prognosis
Prognosis teratoma sakrokoksigeus dapat membaik dipengaruhi oleh deteksi prenatal, rencana penanganan intrapartum, dan cepat dilakukan pembedahan reseksi.
Prognosis pada neonatus berdasarkan klasifikasi teratoma oleh the American Academy of Pediatrics Surgical Section dengan adanya perluasan tumor, sedangkan prognosis fetus didasarkan pada ukuran tumor, laju pertumbuhan tumor dan ada tidaknya plasentomegali dan hidrops fetalis.
Walaupun sebagian besar tumor ini secara histologi benigna, tumor ini dihubungkan dengan mortalitas dan morbilitas karena pengaruh sekunder dari teratoma sakrokoksigeus seperti premature, distosia dan trauma kelahiran, perdarahan tumor dan kegagalan sekunder output yang tinggi.
Adanya tumor yang berukuran besar baik ada atau tidak adanya kalsifikasi dalam tumor tidak begitu penting apakah lesi benigna atau maligna. Secara histologi tumor benigna, prognosisnya sangat baik setelah pembedahan eksisi yang adekuat. Prognosis buruk jika tumor mengandung jaringan maligna. Resiko maligna tergantung pada bagian dan luasanya tumor serta umur pada saat didiagnosis.

"
Source : http://kkyazid.blogspot.com/2010/02/teratoma-sakrokoksigeus.html

         Akhirnya tiada kata yang paling indah kecuali puji syukur alhamdulillah pada Allah atas berjuta nikmat yang tercurah pada kami. Semoga dengan kupasan tentang bahasan ini bisa memberikan nilai dan kesungguhan dalam belajar. Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan mengenai TERATOMA SAKROKOKSIGEUS, ada kurang lebihnya serta kesalahan ucap baik yang saya sengaja atau tidak, saya mohon maaf.

Tele Scope Norconia Winner

Hallo sobat blogger semua !, pastinya dalam kondisi yang sehat wal'afiat bukan sobat semua ? Amiin. Kita akan mencoba mengangkat bahasan tentang Tele Scope Norconia Winner."

Spesifikasi :

Diameter ukuran lensa 32mm
3-9x Lensa pembesaran

Dilengkapi lampu reticle warna merah dan hijau

Pandangan jernih
Tidak ber embun
Tahan getar
Lengkap dgn mounting/dudukan telescope

Harga : 400.000,-

Fb���������� : Wahyoe gunshop
Telp/wa : 085888953896
���������������� 082336355189
Pin�������� : 7D1F0043

"
Source : http://lamundhu.blogspot.com/2014/09/tele-scope-norconia-winner.html

         Demikianlah artikel yang bisa saya share mengenai Tele Scope Norconia Winner semoga bermanfaat dan berguna untuk anda semua

TNI AD dan Kemhan Ajukan Tambahan Rp 6 Triliun untuk Pembelian Apache

Gimana nih hari ini kabarnya sobat semua ?, he he yang pastinya lagi bahagia dan sehat kan sobat semua !. Topik kita kali ini adalah TNI AD dan Kemhan Ajukan Tambahan Rp 6 Triliun untuk Pembelian Apache."29 Juni 2013


Helikopter serang AH-64D Apache (photo : military-wallpaper)

TNI AD Ajukan Rp6 Triliun Beli Helikopter Serang dari AS

Solopos.com, SEMARANG � Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya.

�Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,� ungkap di Semarang, Sabtu (29/6/2013).

Sebab harga satu unit helikopter Apache sangat mahal yakni senilai US$40 juta atau sekitar Rp388 miliar. �Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,� imbuhnya.

Keberadaan skadron Apache itu, kata Menhan, untuk melengkapi kekuatan militer Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.


�Selain TNI AD, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter antikapal selam dan membuat armada perusak kawal rudal,� ujarnya.

(Solopos)"
Source : http://defense-studies.blogspot.com/2013/06/tni-ad-dan-kemhan-ajukan-tambahan-rp-6.html


Terucap salam dari bibir

Yang dipenuhi buih

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terdengar lirih bergemetar

Menyentuh

Dan hampir meruntuh

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sekian dan terima kasih